Senin, 19 Agustus 2013

Dewi Arimbi dan Saya

Ini ada sebuah kisah tentang Dewi Arimbi dalam penokohan wayang. yang telah dikutip.



Pada suatu hari ketika si Bratasena sedang asik menebang pohon membuka hutan, lewatlah seorang Dewi dari sebuah kerajaan, Dewi itu datang mendekat ingin melihat dengan jelas siapa yang sedang bekerja membuka hutan itu. Dewi itu ternyata seorang raksasa, ia adalah putri kerajaan Pringgandani yang sedang melintas di hutan Amarta. Pada saat melihat si Bratasena sedang bekerja, putri itu begitu terpesona dengan si Bratasena dan diapun jatuh cinta padanya. Karena sadar bahwa ia adalah seorang raksasi sedangkan orang itu nampak seperti seorang satria yang gagah, Dewi itu menjadi kecil hati, namun karena begitu terpesonanya dia dia menghampiri Bratasena dan memeluk kakinya secara tiba-tiba seolah tidak ingin melepaskannya.

Bratasena yang merasa terganggu pekerjaannya menjadi tidak suka dengan putri itu, walaupun sebagai seorang lelaki normal telah sekian lama hidup di hutan pastilah menginginkan kehadiran seorang wanita, namun karena dia raksasa dan caranya mendekatinya sangat aneh maka dia kibaskan kakinya hingga Dewi raksasi itu terjatuh.
Tidak jauh dari situ ternyata Dewi Kunti melihat segalanya. Perasaannya yang peka tahu bahwa Dewi raksasa itu menyenangi putranya. Maka dia datang menolong Dewi raksasi itu sambil berkata “Aduh kasihan sekali Dewi yang cantik ini terjatuh di hutan seperti ini.” Kemudian dilihatnya si Bratasena sambil berkata “Lihatlah anakku alangkah cantiknya Dewi ini”.
Bratasena yang tadinya melihat muka sang Dewi saja tidak mau, kini mencoba melihat wajah Dewi raksasi itu. Dan memang dilihatnya memang Dewi itu cantik juga, hanya saja tubuhnya itu besar sekali tidak seperti wanita lain. Eh tapi akan cocok dengan badanku yang juga tinggi besar ini, pikir si Bratasena.
Dewi Kunti mengajak Dewi raksasi itu berjalan ke arah tempat tinggal Pandawa di Hutan Amarta. Sambil berjalan Dewi itu memperkenalkan namanya Dewi Arimbi dari negara Pringgodani. Tak lama kemudian si Bratasena ikut menyusul pulang ke rumah.
Di dapatinya Kakaknya Puntadewa sedang bercakap-cakap dengan Dewi yang tadi memegangi kakinya.
Kemudian didengarnya kakaknya memanggil namanya ” Adikku Bratasena kemarilah, Putri ini berasal dari Pringgodani, namanya Dewi Arimbi. Dia ingin melanjutkan perjalanan pulang ke Pringgodani. Apakah kamu bersedia mengantarkannya?
“Apapun perintah kakang akan aku laksanakan” demikian si Bratasena menyahut.
Tidak lama kemudian Dewi Kunti keluar dengan membawa sebungkus bekal dan memberikannya kepada Bratasena, ini anakku pergilah antarkan Dewi ini ke Pringgodani.
Singkat cerita berangkatlah Bratasena dan teman barunya ke istana kerajaan Pringgodani. Sampai di Istana menghamburlah putri raja itu ke Ayahnya dan menceritakan semua yang terjadi, dan tanpa malu ia mengatakan bahwa ia menyukai ksatria yang mengantarkannya itu. Kemudian pada saat Bratasena si ksatria itu menghadap, dia menanyakan asal-usul si Bratasena dan menanyakan juga mengapa ia tinggal di hutan.
Bratasena menceritakan semua hal tentang asal-usul nya dan kejadian sejak mereka dikhianati oleh saudara mereka Kurawa dan keluar dari sumur Jalatunda serta mendapatkan hadiah dari raja Wirata.
Ayahanda Dewi Arimbi manggut-manggut, setelah ia mengetahui asal-usulnya ia tidak keberatan apabila Putrinya akan menikah dengan si ksatria Pandawa putera Pandu Dewanata itu. Kemudian sang Raja bertanya kepada Bratasena, apakah benar ia mau memperistri anaknya?
Bratasena tertegun sejenak, kemudian dia menjawab bahwa ia bersedia. Dewi Arimbi yang mendengar dari dalam hatinya berbunga-bunga, dipeluknya ibunya yang saat itu sedang disampingnya. Ibunya mengelus-elus rambut Arimbi dengan penuh kasih.
Apabila engkau bersedia dan anakkupun juga senang dengan sira maka sebaiknya segera hal ini engkau beritahukan kepada Ibu dan saudara-saudaramu.
Maka Bratasena segera meminta diri untuk kembali pulang ke hutan Amarta, keberangkatannya diantarkan oleh Ayahanda Dewi Arimbi, Ibunya dan Dewi arimbi sendiri hingga ke depan gerbang istana.
Sementara itu di Hutan Amarta, tidak lama setelah Bratasena pergi mengantar dewi Arimbi datanglah Patih Nirbita, utusan dari Raja Wirata Prabu Matswapati, bersama dengan rombongannya, ikut pula para putera raja Raden Seta, Raden Utara dan Raden Wratsangka. Pada saat kedatanganya Raden Seta menanyakan kepada Puntadewa kemana gerangan si Jagalbilawa Bratasena, kemudian Puntadewa menceritakan kejadian sehari kemarin. Raden Seta hanya tersenyum mendengarnya, dia sangat kagum dengan kekuatan dan kesaktian Jagalbilawa yang mampu mengalahkan Rajamala yang amat ditakuti seluruh rakyat Wirata.
Dengan hadirnya rombongan Patih Nirbita, pekerjaan membuka hutan menjadi cepat selesai, apalagi setelah itu si Bratasena juga datang dan dengan cepat terbukalah sebuah daerah yang cukup luas untuk didirikan sebuah tempat tinggal dan mungkin dapat berkembang menjadi desa, kota bahkan kerajaan.
Bratasena sejak kedatangannya memberitahukan kepada ibunya bahwa Raja kerajaan Pringgodani telah berkenan untuk mengambilnya sebagai menantu. Dewi Kunti yang mendengarnya menjadi sangat senang dan mengumumkan hal itu kepada semua orang yang ada kepada anak-anaknya Pandawa juga kepada rombongan patih Nirbita, para pangeran kerajaan Wirata, dan kepada para prajurit.
Berkatalah Patih Nirbita bahwa semua senang dengan berita itu dan berkenan untuk ikut mengantarkan Bratasena ke negeri Pringgodani untuk menghadiri pesta perkawinan sang Bratasena dengan Dewi Arimbi, apalagi pekerjaan membuka hutan juga sudah selesai. Maka bersiaplah mereka untuk pergi dalam rombongan yang mengantar mereka ke Negeri Pringgodani. Pinten dan Tangsen senang sekali karena sudah lama mereka ingin melihat kota, setelah sekian lama mereka hidup di hutan berteman dengan binatang hutan. Dewi Kunti menangkap kegembiraan itu dan dalam hati ia berkata, Madrim … untunglah anakmu kembar dua, apabila cuma satu,
maka alangkah merananya anakmu itu.
Tidak lama kemudian berangkatlah rombongan itu ke Istana kerajaan Pringgodani. singkat cerita mereka sampai di Istana kerajaan Pringgodani dan disambut dengan meriah oleh rakyat Pringgodani dan ternyata kerajaan juga tengah bersiap-siap mengadakan pesta untuk pernikahan putri raja mereka yaitu putri Arimbi.
Selang sehari setelah kedatangan mereka pernikahan segera dilangsungkan dan Raja mengumumkan hal itu kepada rakyatnya, dan setelah itu diadakan pesta untuk menyambutnya. Semua rakyat berduyun-duyun ingin melihat wajah si Ksatria yang menjadi suami Dewi Arimbi itu.
Setelah perkawinan, Bratasena memboyong istrinya ke Hutan Amarta tentu saja seijin ayah dan ibunya. Dewi arimbi tidak berkeberatan tinggal dihutan. Maka begitu pesta perkawinan usai pulanglah Dewi Kunti dan puteranya, Patih Nirbita dan rombongannya, serta Bratasena dan istrinya untuk kembali ke hutan. Sesampai dihutan Amarta Patih Nirbita dan rombongannya meminta diri untuk langsung pulang ke kerajaan Wirata. Maka tingggalah Pandawa dan Ibunya serta anggota baru keluarga yaitu Dewi Arimbi di Hutan Amarta. Untuk beberapa waktu lamanya Dewi Kunti dan Putra-putranya masih hidup dalam keadaan prihatin.
Pada suatu hari tanpa di duga-duga datanglah Begawan Abyasa, Mertua dari Dewi Kunti, Kakek dari para Pandawa. Dewi Kunti menceritakan kejadian bagaimana asalnya hingga mereka tinggal dihutan, hidup sengsara dan mengembara. Dia juga mengulangi lagi kesedihan hatinya karena akibat perbuatan Kurawa yang dengki dan keterlaluan itu mereka hidup terlunta-lunta.
Maka bersabdalah Begawan Abyasa bahwa mereka tidak perlu bersedih hati karena perbuatan Kurawa. Di dunia ini menurut Begawan Abyasa tidak akan ada orang yang luput dari sengsara. Bagi manusia suka dan duka itu memang silih berganti, dan setiap orang secara adil akan mengalaminya.

Sifar Dewi Arimbi : Jujur, Berbakti, Setia dan sangat sayang terhadap anaknya.. Bisa berubah menjadi putri secantik-cantiknya . Makanya kenapa aku diberi nama Arimbi agar aku bisa memiliki sifat dari sang Dewi tersebut. 

Minggu, 30 Desember 2012

Karena Kamu

Terbawa hatiku dalam suasana yang telah lama tidak aku rasakan
Suasana yang membuka memori-memoriku
Inginku mengulang apa yang pernah aku lakukan..

Merasakan cinta itu kembali
Melihat dan menjaga dalam tiap kasih sayang
 Dan ini sungguh terjadi

Setiap untaian senyummu
Tatapanmu membuat ku bahagia
Perasaan yang mati ini kian hidup kembali
Kembang seperti bunga yang bermekaran

Karnamu dan karena aku sayang kamu.. 

Karya : Arimbi Tri Pamungkas 


Sabtu, 29 Desember 2012

SEMI FINAL DAN FINAL LIFUMA UG

      Lanjut ketulisan saya yang waktu itu tentang LIFUMA 2012 yaitu Liga Futsal Mahasiswa 2012 . Ini bukan babak penyisihan lagi, melainkan babak semi final dan final. 

     Semi Final dan Final bertempat di Lapangan Vidi Pancoran . Mengapa tidak di ciracas lagi ? Karena lapangannya sedang masa renovasi. Semi final dimulai dari tangga; 24, 26 , 27 dan final di 28.Pada tanggal 24 Universitas Gunadarma  bertanding melawan tetangga kampus yaitu Universitas Indonesia. Di mulai acara pukul 10.00 . Pertandingan benar-benar meneganggkan karena kalau kita tidak lolos atau kalah, kita tidak bisa melanjutkan ke babak semifinal 1 kali lagi dan ke final. Bisa di bilang selama pertandingan di lifuma ini saya perempuan sendiri yang menjadi manajer tim.

       Pada tanggal 26 kita tidak bertanding karena kita hanya menunggu lawan di babak semi final ke 2 untuk ke finalnya. Pada tanggal 27 Desember 2012 ternya tim yang lolos adalah dari Universitas Moestopo . Pada saat itu saya tidak bisa mendampingi mereka di pertandingan karena saya mengikuti ujian tengah semester dikampus dan saya di wakilkan oleh manajer yang satunya lagi. Perasaan saya campur aduk, antara ujian dan pertandingan. Masih dikelas pun saya masih memikirkannya. Mungkin karena naluri manajer ya :D . Setelah Ujian saya langsung menghubungi teman-teman pengurus yang ada di lapangan. Hasilnya alhamdulilah kita masuk ke final. 
     Mendengar kita masuk ke final saya benar-benar terharu, akhirnya tim futsal kampus kita bisa masuk final dan otomatis akan ke divisi utama. Saya masih percaya tidak percaya , Bangun tidur untuk ke esokan harinya saya menghubungi salah satu pemain dan mengatakan bahwa saya mau menangis karena terharu kalian akan masuk final. Tujuan saya ada di tim ini adalah membawa mereka ke babak final menjadi juara. 

     Babak Final melawan UBK singkatan dari Universitas Bung Karno. Ok, kita pernah ketemu di babak  penyisihan dan seingat saya mereka secara fisik badannya tinggi dan besar- besar. Beda dengan fisik-fisik pemain kita, tapi saya yakin dan percaya mereka sudah masuk ke final mereka sudah menjadi pemenang. Saatnya perebutan juara 1 dan 2. Pertandingan 2 x 20 menit. Pertama kita memimpin dengan hasil 3-0 . Tetapi karena sudah mulai letih dan tidak konsen pemainnya kita jadi terkejar dan mereka mendahului kita.
    
     Hasil dari final adalah UBK menduduki juara 1 sedangkan kita di peringkat ke 2  dengan hasil 5-3 . Kecewa ? Tim pastinya mereka ada yang kecewa ada yang tidak , tetapi di satu sisi kita harus tetap bersykur. Mungkin memang sudah di takdirkan kita di posisi ke 2 agar nanti bisa lebih baik lagi.
       
     Saya bangga terhadap tim karena mereka rela berkorban demi tim, demi membawa almamater kampus kita. Itu semangat juang mereka yang tidak akan pernah saya lupakan. Lifuma selesai dan saya pun sedikit sedih karena saya akan jarang bertemu dengan tim tersebut. Karena tim ini saya menganggap mereka adalah keluarga dan karena mereka lebih tua dari saya, saya menganggap mereka seperti kakak saya sendiri.
   
      Tetapi tetap semangat sudah membawa almamater Gunadarma dengan sangat baik . Terim kasih kakak - kakak ku :)

Rabu, 17 Oktober 2012

LIFUMA "TIMNAS FUTSAL GUNADARMA"

Aku adalah mahasiswi Universitas Gunadarma Jurusan Akuntasi tingkat 3. Aku suka bersosialisasi dengan semua orang maka dari itu aku mengikuti beberapa ormawa yang ada di kampus. Aku suka belajar dan suka hal-hal yang baru, karena menurut ku itu sangat menantang untuk aku. Dan disini aku di minta tolong oleh ketua ukm futsal kampus untuk masuk kedalama pengurusan menjabat menjadi manajer tim. 

Jobdesk saya sendiri sebagai manajer yaitu mendapingi tim pada saat latihan dan juga pertandingan. Disini tim sedang mengikuti pertandingan "LIFUMA" yaitu Liga Futsal Mahasiswa. Dimana liga ini diadakan di Gor Ciracas mulai tanggal 25 September 2012 . Ini adalah pengalaman pertama saya membawa tim untuk liga.

Pertandingan di seri 1 untuk tim futsal Universitas Gunadarma dimulai pada tanggal 26 September 2012 melawan Universitas Inter Studi . Pada saat pertandingan benar-benar suasana yang ramai. karena para suporter tiap kampus datang untuk menyemangati almamater mereka masing-masing. Karena saya adalah manajer tim pada saat mereka tanding, saya berada di pinggir lapangan bersama pelatih dan 1 pengurus dan itu adalah pengalaman pertama bisa berada dikursi panas. Mengapa saya bilang di kursi panas? karena disitu saya bisa melihat pertandingan dengan jelas dan ketakutan,kepanikan dan hal lainnya pada saat mereka berada di tengah lapangan. 

Pada saat seri 1 dan pertandingan pertama melawan inter studi kita memperoleh skor 4 sama . Hasilnya menurut saya adalah mengecewakan. Karena saya mengeetahui bagaimana tim dari kampus itu sendiri. Seri 1 kita mengikuti 3 Pertandingan dengan hasil seri, menang dan seri. Pada saat seri kedua kita mendapat skor menang dan seri lagi. 

Dan sekarang sedang berlangsungnya seri ketiga, Suasana di tribun semakin panas karena itu sudah termasuk seri 3 dan semakin ketatnya untuk kita masuk ke babak seperdelapan. Setelah mereka selesai tanding kita selalu berkumpul di luar lapangan dan disebut namanya pulling down . Di situ kita pelemasan dan evaluasi pertandingan tim kita yang baru selesai. 

Jujur pada saat tim mendapat hasil yang tidak saya harapkan seperti kalah atau seri itu membuat saya kecewa dan sedih. Tetapi saya yakin mereka sudah semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik terhadap tim ini sendiri.  Karena saya adalah manajer mereka dan seorang menejer tim itu harus bisa memberikan motivasi terhadap timnya. 

Alhamdulillah kita masuk di seperdelapan besar, dan pertandingan akan semakin ketat. Pertandingan seperdelapan akan di mulai pada tanggal 20 november 2012. Saya berharap mereka bisa bertanding lebih maksimal lagi. 

 

 

TIMNAS Futsal Universitas Gunadarma

Kamis, 10 Mei 2012

Cinta Pada Pandangan Pertama

Cinta pada pandangan pertama
Awalnya aku tak percaya
Namun setelah pertemuan itu aku percaya
Timbul rasa ketertarikan pada hatimu 

Pertemuan yang baru sekali  itu mebuat aku rindu
Aku ingin mengulang pertemuan itu
Saat kau tersenyum, rasanya pelangi indah dihadapanku
Pintu syurga seakan terbuka lebar untukku


Kucari dirimu dengan rasa penasaranku
Ku ukir nama dihatiku dalam
Kulihat kau didalam mimpiku tadi malam
Ingin kuraih dirimu namun ku tak mampu


Aku berjalan mencari hatimu dalam gelap
Tanpa kusadari kuhanya berkhayal ada dirimu
Kubawa hatiku berenang melawan arus kebahagiaan
Demi mencari sosok itu yang mampu membuatku termenung selama ini

Kebahagiaan Untukku

Setiap kata yang terurai dari mulutmu adalah kebahagiaan untukku
Akan tetapi itu dulu, sebelum kau gores oleh pengkhianatan
Senyuman yang dulu indah, sesaat berubah muram

Setiap kata manis mu berubah menjadi neraka
Bintang yang dulu menerangiku kini redup tanpamu
Bukan karna lanit yan mendung, tapi karna kau berkhianat

Kini kau datang dengan seribu ketulusan, aku tak percaya
Kini kau datang dengan seribu cinta, aku tak hiraukan
Kini kau datang dengan seribu rasa, aku hambar

Cukupkan rasa itu, cukupkan cinta itu
Lelah berjalan disampingmu, lelah berada disisimu
Pengkhiatan adalah pribadimu, cukup lelah



Hati bukan kapas

Hati ini bukan kapas, yang bisa kau terbang dan jatuhkan begitu saja
Hati ini bukan baja, yang bisa kau jatuhkan dan injak-ijank
Hati ini bukan karang, yang bisa kau kebal ditabrak oleh ombak penghianatan

Hati ini terbuat dari tumpukan ketulusan yan telah kau khianati
Entah berapa kali kau buat hati ini dihujani air mata
Membuatku terjatuh dan terlunta-lunta menahan sakit

Kau dekati setiap wanita
Kau mainkan perasaan setiap wanita
Kau hujani setiap hati mereka dengan cinta kemudian denan air mata

Kau umbar perasaan palsu pada mereka lalu kau tinggalkan
Kau tikam dengan cinta semu, kemudian kau hapus denan luka
Kau hilang dalam kegelapan yang menyelimuti hati

Entah berapa banyak luka yang kau lukiskan disini
Aku menantapmu dengan kegelisahan yang menyelimuti
Kau tiupkan angin-angin kepedihan menyelimuti wajahku

Setiap kata terlukis nanar dimataku
Air mata kepedihan terlukis jelas dimataku
Tanpa kata ku bicara namun ku jelaskan dengan air mata